Kali ini saya
akan menceritakan pengalaman saya sendiri. Ketika penyakit herpes menimpa bapak
saya. Semua tidak mengira bahwa penyakit herpes ternyata sangat berbahaya
apabila tidak ditangani dengan benar. Semua tahu kalau umur, jodoh serta rejeki
sudah ada yang mengatur. Tapi kita sebagai manusia wajib untuk berusaha.
Suatu ketika
bapak saya merasa gatal dan heran ada apa gerangan. Setelah mencari tahu dengan
cara memeriksa seluruh tubuh, saya menemukan bentolan kecil mirip seperti
terkena ulat bulu. Ciri dan bentuknya seperti ketika kulit kita terkena ulat
bulu yaitu :- Bintik-bintik kecil
- Terasa gatal pada area bintik-bintik,
- Mempunyai warna kemerahan,
- Seolah ada cairan didalam bintik tersebut.
Berdasarkan diri
diatas maka saya dan bapak saya mengira kalau bintik itu merupakan akibat dari
bersentuhan langsung dengan ulat bulu. Makanya saya berinisiativ membalurkan
garam pada area bentolan tersebut. Karena berdasarkan pengalaman saya bintik
kecil akibat ulat bulu akan sembuh bila dibaluri garam. Bintik-bintik tersebut
terletak di dada sebelah kanan.
Setelah menunggu
beberapa hari bintik kecil itu bertambah lebar dan semakin terasa gatal. Karena
khawatir dengan keadaan bapak saya maka saya kemudian membawa bapak saya
berobat ke mantri terdekat. Setelah diperiksa dan dianalisa ternyata bintik
kecil yang berada pada bapak saya merupakan herpes. Kemudian mantri tersebut memberikan
obat untuk mengobati herpes pada tubuh bapak saya. Mungkin karena terlambat
atau apa saya kurang tahu ternyata herpes tersebut malah bertambah besar. Kemudian
saya kembali membawa bapak saya ke mantri tersebut. Kemudian bapak saya diberi obat
kembali yang kemungkinan diberi dosis yang lebih besar. Benar saja setelah
beberapa lama herpes pada tubuh bapak saya mengering dan setelah beberapa hari
berangsur-angsur sembuh.
Pasti kamu mengira
cerita saya berakhir sampai disini, demikian juga saya mengira bahwa herpes
pada tubuh bapak saya sudah tamat. Tetapi dugaan saya salah besar, karena
ternyata herpes tersebut sudah menyerang bagian syaraf pada bapak saya. Walaupun
dari luar sudah tampak sembuh namun gatal dan panasnya masih terasa oleh bapak
saya. Saya sangat kasihan kepada bapak saya karena kadang malam-malam bapak
saya mandi untuk mendinginkan tubuh karena terasa panas dan gatal. Saya berinisiative
membawa bapak saya ke dokter ahli kulit. Dan seperti biasa dokter memberi resep
untuk mengobati bapak saya. Dokter tersebut memberi tahu bahwa herpes tersebut
telah menyerang syaraf pada tubuh saya. Setelah beberapa hari bapak saya terasa
lemas. Walaupun makan dan minum seperti biasa serta tubuhnya tidak tampak sakit
akan tetapi untuk berjalan saja bapak saja mengalami kesulitan. Kata bapak saya tubuhnya terasa lemas. Esok harinya
keadaan makin memburuk, bagian perut bapak saya membesar seperti balon. Setelah
mengetahui keadaan tersebut saya langsung membawa bapak saya ke rumah sakit. Setelah
di cek oleh dokter, ternyata saraf pencernaan bapak saya sudah tidak berfungsi
dengan baik. Makanya bapak saya susah untuk buang air besar bahkan untuk buang
angin saja susah.
Di rumah sakit
bapak saya diberi selang untuk buang air kecil, diberi oksigen karena sangat
susah bernafas. Diberi selang pada hidung untuk mengeluarkan cairannya. Sungguh
tidak tega menyaksikan orang yang kita sayangi menderita. Rencananya pada hari
ke tiga bapak saya akan dioperasi. Tetapi rencana tidak sesuai dengan
kenyataan, takdir berkata lain. Pada hari kedua bapak saya meninggal dengan
tenang.
Dari cerita saya
diatas saya hanya ingin berbagi pengalaman dan menganjurkan kepada pembaca
untuk cepat tanggap darurat terhadap apa saja yang menimpa pada kita atau
orang-orang disekitar kita. Segera periksa ke dokter apabila ada keluhan pada
tubuh kita yang tidak kita ketahui. Demikian semoga cerita saya bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar